Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Tekno

TEKNOLOGI ROBOTIK MENINGKATKAN KEAMANAAN BEDAH SARAF TANPA MENGGANTIKAN PERAN DOKTER

badge-check


TEKNOLOGI ROBOTIK MENINGKATKAN KEAMANAAN BEDAH SARAF TANPA MENGGANTIKAN PERAN DOKTER Perbesar

Dr. Julius July, Sp.BS, Ph.D., ahli bedah saraf, membandingkan penggunaan robot dalam operasi saraf dengan sistem navigasi pesawat.

“Bedah saraf itu urusan milimeter, bahkan kurang dari itu. Kalau dilakukan pembesaran di bawah mikroskop itu perlu sampai 26 kali,” katanya dalam acara Neuroscience Summit 2025, yang diadakan pada Sabtu, 20 September 2025, di Shangri La Hotel, Jakarta Pusat.

Julius mengatakan bahwa teknologi tidak menggantikan dokter, tetapi membantu menjaga hasil operasi lebih aman.

Mengembalikan pasien ke rumah dalam kondisi sehat adalah tujuan utama, menurutnya.

Segala sesuatu bergantung pada kesembuhan pasien, katanya.

Teknologi robotik melindungi tenaga medis selain membantu pasien. Mengurangi paparan radiasi selama operasi membantu dokter yang harus menjalani tindakan rutin tetap sehat.

Menurutnya, “Jadi ini teknologi untuk semua. Untuk pasien dan untuk kami menjaga diri. Intinya, untuk keamanan semua.”

Julius berharap teknologi ini dapat diterapkan di banyak rumah sakit di Indonesia sehingga orang-orang tidak perlu lagi mencari pengobatan di luar negeri yang lebih mahal.Masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan perawatan medis. Anda tidak perlu membayar lima kali lipat lebih banyak ke negara tetangga. Menurut saya, tidak ada perbedaan antara hasil dan kualitasnya.”

Bedah Saraf Membutuhkan Presisi Maksimal

Karena mencakup jaringan yang halus dan vital, bidang bedah saraf dikenal sangat kompleks. Julius menjelaskan bahwa jarak antara pembuluh darah karotis dan saraf optik bisa kurang dari satu milimeter.

Menurutnya, “Jadi jarak satu mili terlihat seperti 26 mili (di dalam mikroskop) dan kita bekerja di celah itu.”

Dalam situasi seperti ini, bantuan robot dan sistem navigasi menjadi sangat penting untuk mencegah kesalahan.

Julius mengatakan bahwa masyarakat hanya tahu bahwa operasi harus “beres” tanpa mempertimbangkan kerumitan yang ada di baliknya.

Akibatnya, dokter harus memberikan hasil terbaik sekaligus menjaga pasien aman.

Teknologi Robotik yang Digunakan Dokter dan Pasien

Untuk menghilangkan kebutuhan masyarakat untuk berobat di luar negeri, bedah saraf robotik diharapkan menjadi lebih umum. Foto milik Adinda Retno Aryani dari Liputan6.com.

Robotik membantu operasi dan menjaga keselamatan tenaga medis.

Julius mencontohkan bahwa dokter dapat terpapar radiasi X-ray berulang kali selama operasi konvensional, sementara pasien hanya terpapar sekali.“Jika saya melakukan operasi pada tiga pasien dalam satu hari, itu berarti saya menerima tiga kali radiasi. Jika saya melakukan operasi lagi besok, saya mungkin menerima enam kali radiasi,” katanya.

Adanya robot dan sistem navigasi mengurangi risiko paparan radiasi.

Hal ini menunjukkan bahwa teknologi medis dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan melindungi tenaga medis agar tetap sehat saat mereka bekerja.

Penyebaran Teknologi ke Semua Tempat

Indonesia beruntung karena sudah menggunakan teknologi robotik dalam bedah saraf. Namun, Julius menjelaskan betapa pentingnya pemerataan agar masyarakat luas mendapatkan manfaatnya.Dia berkata, “Kita berharap teknologi ini bisa menyebar ke seluruh Indonesia, sehingga nanti yang menikmati teknologi ini adalah seluruh rakyat dan bangsa kita.”

Menurutnya, meskipun hasilnya sama, biaya operasi di luar negeri dapat lima kali lipat lebih mahal. Diharapkan semakin banyak rumah sakit di Indonesia ke depan akan mengadopsi teknologi robotik sehingga pasien tidak perlu pergi ke luar negeri untuk mendapatkan perawatan.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita