Di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, teknologi irigasi bertenaga surya diterapkan oleh pelaksana dan tim dosen dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.
Ketua Tim Pelaksana Ismail Aqsa mengkonfirmasi, Jumat, bahwa fokus kegiatan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat, yaitu menerapkan inovasi dan teknologi untuk menyelesaikan masalah produktivitas dalam bidang pertanian.

Salah satu cara penggunaan energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, menurut Ketua Program Studi Rekayasa Industri Fakultas Teknik UNM, adalah dengan menggunakan pompa irigasi berbasis tenaga surya untuk mengairi persawahan.
Dia menyatakan bahwa pemanfaatan tenaga surya ini bertujuan untuk mencapai efisiensi dalam penggunaan energi terbarukan. Teknologi ini diharapkan akan membuat petani kurang bergantung pada sistem irigasi konvensional dan juga dapat mengurangi biaya operasional.
Untuk meningkatkan produksi pertanian di lahan tadah hujan Desa Salassae, pengabdian dan penelitian Smart Irrigation Pump Based on Solar Cell (SIaP-BoS) dimulai.
Selain itu, sebagai bagian dari penelitian dan pengabdian masyarakat, petani di desa telah diberi pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mereka dan kemampuan mereka dalam mengelola organisasi dan menjaga pompa irigasi bertenaga surya.

















