Komitmen Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) adalah untuk mengoptimalkan teknologi untuk mewujudkan industri kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia.
Menurut Achmad Maulizal Sutawijaya, Kepala Divisi Perusahaan BPDP, ini dicapai melalui berbagai cara, termasuk mendukung penelitian dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas industri sawit.

Mauli menyatakan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat bahwa BPDP berperan penting dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri sawit Indonesia melalui penerapan teknologi.
Selain itu, dia menyatakan bahwa komitmen tersebut diwujudkan dengan membantu meningkatkan penggunaan mesin dan peralatan modern di industri sawit, yang dimaksudkan untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan kualitas hasil panen (mekanisasi dan otomatisasi).
Kemudian mendukung penggunaan teknologi digital seperti sistem informasi manajemen dan aplikasi mobile untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan perkebunan sawit.
Selain itu, mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan, seperti teknologi pengolahan limbah dan energi terbarukan.
Pada gelaran Palmex Indonesia 2025, yang berlangsung 14–15 Mei lalu, Mauli menambahkan bahwa BPDP membantu para pelaku UMKM sawit memasarkan produk mereka.
Selain itu, petani kelapa sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), serta mahasiswa dan mahasiswi dari universitas di Yogyakarta yang menerima beasiswa sawit BPDP berpartisipasi dalam BPDP.
Di Jakarta International Expo (JIEXPO) di Kemayoran Jakarta, Palmex Indonesia 2025 menampilkan lebih dari 300 merek internasional dari tiga puluh negara dan menampilkan teknologi terbaru yang dapat membantu industri kelapa sawit.
Sementara itu, Pujuh Kurniawan, pemimpin kelompok keberlanjutan Indonesia di Wilmar International, mengatakan bahwa digitalisasi dan teknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perusahaan.
Ia menyatakan bahwa pengoptimalan teknologi dapat mencakup banyak modul dan sangat komprehensif, termasuk manajemen, pemupukan, pengelolaan biaya produksi, tracability, dan penghitungan untung-rugi.

















