Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Tekno

BIBIT UNGGUL DAN TEKNOLOGI MODERN MENDORONG PERTUMBUHAN TANAMAN

badge-check


BIBIT UNGGUL DAN TEKNOLOGI MODERN MENDORONG PERTUMBUHAN TANAMAN Perbesar

Perjuangan pemerintah untuk mencapai swasembada pangan di seluruh negeri semakin menunjukkan hasil yang menjanjikan. Indonesia diharapkan dapat mencapai kemandirian pangan dalam waktu dekat dengan mengandalkan bibit unggul, pemanfaatan teknologi pertanian canggih, dan pengembangan kawasan food estate.

Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman optimistis bahwa pada akhir tahun ini Indonesia akan mencapai swasembada pangan. Program strategis yang telah dijalankan secara masif di berbagai sektor mendukung tujuan besar ini.

“Insyaallah, jika tidak ada aral melintang, kita sudah bisa swasembada pangan tiga bulan ke depan atau tepatnya Desember 2025,” kata Andi Amran dalam keterangan resminya.

“Presiden sangat serius dalam urusan pangan. Ketahanan pangan bukan hanya soal stok, tetapi juga strategi besar bangsa,” kata Mentan, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindakan lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya mencapai kemandirian pangan nasional.

Pengembangan food estate atau lumbung pangan terintegrasi, yang saat ini sedang dibangun di beberapa wilayah yang mungkin seperti Merauke (Papua Selatan), Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan, merupakan rencana utama pemerintah.

Amran berkata, “Lumbung pangan ini ditargetkan menjadi lumbung pangan dunia, terbesar dengan mentransformasi pertanian tradisional menjadi modern.”

Di daerah ini, teknologi pertanian modern diterapkan, seperti digitalisasi distribusi, sistem irigasi presisi, dan penggunaan drone untuk memantau lahan. Selain meningkatkan produksi, food estate dimaksudkan untuk mendorong hilirisasi pertanian, yang menghasilkan peningkatan nilai tambah produk.

Amran menyatakan, “Berdasarkan data dari Menteri Keuangan dan BPS, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) saat ini menjadi yang tertinggi. Ini menunjukkan ketahanan pangan dan kekuatan ekonomi nasional.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menetapkan wilayahnya sebagai pusat pengembangan benih unggul nasional, sesuai dengan kebijakan nasional. Pentingnya benih unggul dalam meningkatkan produktivitas pertanian membuat langkah ini dinilai secara strategis.

Luthfi menyatakan, “Kita akan menciptakan produk bibit tanaman unggulan Jawa Tengah, supaya menjadi sentral nasional.”

Di Jawa Tengah, ada 75 balai benih yang saat ini sedang dalam proses meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. Fokus pengembangan adalah berbagai komoditas seperti kelapa, kakao, kedelai, padi, dan ketela.

Selain itu, dia menyatakan, “Dengan penguatan balai-balai benih ini, kita tidak hanya swasembada, tetapi juga siap menjadi penyedia benih unggul untuk daerah lain.”

Meskipun demikian, Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmen penuh untuk mendukung rencana swasembada pangan nasional. Pemerintah provinsi dan pusat telah bekerja sama untuk membangun infrastruktur pendukung pertanian, kata Rudy Mas’ud, anggota DPR RI dari daerah tersebut.

Rudy menyatakan bahwa pemerintah provinsi dan pusat siap mendukung penyediaan bibit unggul, peningkatan kualitas irigasi, dan pembangunan waduk pertanian.

Untuk mengembangkan peternakan di Kalimantan, ketersediaan air sangat penting. Akibatnya, dalam lima tahun ke depan, fokus utama akan berada pada pembangunan waduk-waduk kecil dan sistem irigasi modern.

Metode yang komprehensif, mulai dari penguatan sektor hulu melalui benih unggul, transformasi digital di food estate, dan penguatan infrastruktur, telah membawa Indonesia menuju ketahanan dan kedaulatan pangan.

Selain mempengaruhi pasokan bahan pangan nasional, program-program ini menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Jika semua rencana berjalan sesuai target, maka swasembada pangan Indonesia mungkin menjadi kenyataan pada Desember 2025. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara agraris yang berkuasa.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita