Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Seni & Budaya

PEMKAB KUNINGAN MENGANJURKAN KEBIJAKAN SENI BUDAYA DI LUAR RUANG PUBLIK DESA

badge-check


PEMKAB KUNINGAN MENGANJURKAN KEBIJAKAN SENI BUDAYA DI LUAR RUANG PUBLIK DESA Perbesar

Pemerintah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ingin membuat kebijakan konkret yang mendukung pertumbuhan seni dan budaya dengan menggunakan ruang publik di tingkat desa.

Di Kuningan, Minggu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyatakan bahwa seni dan budaya sangat penting untuk membentuk karakter masyarakat dan mencerminkan identitas suatu daerah.

Akibatnya, dia percaya bahwa kebijakan publik yang mendukung seni budaya harus dibuat untuk memberi pelaku kreatif ruang yang lebih luas dan berkelanjutan untuk berkembang.

Ia mengatakan bahwa pemerintah daerah telah mengadakan pertemuan kelompok terpumpun tentang kebijakan publik untuk pengembangan seni budaya, yang mengumpulkan banyak seniman, terutama dari Yayasan Teater Sado.

Fokus Grup Diskusi (FGD) telah diadakan kemarin. Dia berharap hasil diskusi ini akan menjadi rekomendasi konkret bagi para pekerja seni budaya di Kabupaten Kuningan, yang akan berdampak pada sektor lain, seperti ekonomi.

Ia menyatakan bahwa program prioritas penguatan budaya saat ini diprioritaskan oleh pemerintah daerah melalui program penataan ruang publik desa yang terintegrasi.

Salah satu program, Dian menyatakan, adalah Nata Daya, yang bertujuan untuk membuat alun-alun desa menjadi pusat aktivitas budaya, wisata, dan ekonomi masyarakat yang berpusat pada potensi lokal.

Menurutnya, tujuan kami adalah membuat sekitar 30 desa menjadi kawasan wisata dan budaya. Ini merupakan bagian dari upaya menjadikan desa sebagai poros pertumbuhan ekonomi kreatif.

Selain itu, dia menyatakan bahwa untuk memberi komunitas seni budaya akses ke ruang ekspresi, aset milik pemerintah daerah akan dioptimalkan.

Dia berharap pemanfaatan ruang publik akan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menghidupkan kegiatan seni, memperkuat warisan budaya, dan menarik generasi muda untuk berpartisipasi.

Dia menyatakan, “Pemerintah, pelaku budaya, dan institusi pendidikan berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan ekosistem seni di daerah.”

Edi Supardi, Ketua Yayasan Teater Sado, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk merumuskan kebijakan seni budaya di Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, “Semoga momentum ini melahirkan gagasan konstruktif untuk pelestarian tradisi dan kemajuan seni budaya daerah.”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita