Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Politik

MENTERI PENDIDIKAN DASAR DEDI MULYADI LARANG TK-SMA WISUDA: BOLEH ASAL TAK BERLEBIHAN

badge-check


MENTERI PENDIDIKAN DASAR DEDI MULYADI LARANG TK-SMA WISUDA: BOLEH ASAL TAK BERLEBIHAN Perbesar

Sebagai tanggapan atas larangan wisuda untuk anak-anak dari TK hingga SMA di Jawa Barat, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti juga menyatakan bahwa sekolah boleh mengadakan wisuda asal tidak memberatkan orang tua siswa.

Dalam sebuah video di mana dia berdebat dengan seorang anak perempuan yang meminta agar wisuda tidak dilarang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan larangan tersebut.

Selama itu tidak mengganggu dan dilakukan dengan persetujuan orang tua dan murid, bukankah itu masuk akal?“Setelah Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025,” kata Mu’ti saat ditemui di PPSDM Kemendikdasmen di Depok, Jawa Barat, Selasa, 29 April 2025.

Mu’ti mengatakan bahwa sesungguhnya tidak ada yang salah dengan melakukan wisuda di sekolah; namun, dia menekankan bahwa wisuda hanya boleh dilakukan jika tidak berlebihan. Dia juga mengatakan bahwa wisuda adalah momen untuk mendekatkan orang tua dengan sekolah dan merupakan simbol kegembiraan dan syukur.

“Prinsipnya itu wisuda itu jangan berlebihan dan jangan juga dipaksakan,” kata Mu’ti. Menurutnya, kebijakan wisuda harus dikembalikan ke sekolah masing-masing dengan catatan dalam batas yang wajar yang telah disebutkan sebelumnya.

Sebelum ini, Dedi menyatakan bahwa dia tidak akan mengubah keputusannya untuk melarang wisuda dan perpisahan di luar sekolah. Dia menyatakan, “Sudah jelas TK, SD, SMP, dan SMA tidak boleh ada wisuda. Peningkatan kelas, peningkatan kelas. “Kelulusan, kelulusan,” katanya.

Dedi mengatakan bahwa uang untuk wisuda akan lebih bermanfaat bagi orang miskin jika digunakan untuk hal lain. Dia juga mengatakan bahwa jika seseorang menyadari bahwa mereka tidak memiliki uang, mereka harus hidup dengan hati-hati.

Dia berkata, “Semua pengeluaran ditekan, digunakan untuk hal-hal yang positif, pengembangan diri. Lah, ini orang enggak punya, tinggal di bantaran sungai.”

Dedi mengatakan kepada Aura, anak perempuan yang berdebat dengannya, “Orang tua yang lain itu menyambut gembira ketika wisuda dihapus. Keluarga ini menolak wisuda dihapus.”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita