Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi’i mengumumkan pembentukan empat direktorat jenderal baru di bidang pendidikan oleh Kementerian Agama. Ia menyebutkan empat direktorat baru tersebut adalah Ditjen Kontra Radikalisme, Ditjen Pendidikan Tinggi Keagamaan, Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Keagamaan, dan Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menurut Syafi’i, madrasah akan diubah menjadi tiga model: Madrasah PK (fokus kitab kuning), Madrasah IC (fokus cendekiawan), dan Madrasah Kejuruan. Politikus Partai Gerindra tersebut menyatakan bahwa mereka juga berencana untuk menambah satu direktorat khusus bidang vokasi untuk memperkuat aspek kejuruan.Syafi’i mengatakan bahwa rencana ini bertujuan untuk memanfaatkan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mencakup badan pangan, badan energi, dan kinerja industrialisasi, antara lain.

“Dia menyatakan bahwa ini akan membuka banyak pekerjaan, terutama yang membutuhkan keahlian praktis.Selain itu, Kemenag mendorong pengembangan program studi baru, seperti Manajemen Pesantren dan Industri Halal. Program ini bertujuan untuk membangun ekosistem halal di Indonesia, yang mencakup makanan, obat-obatan, kosmetik, gaya hidup, dan pariwisata.
Saya berusaha semaksimal mungkin dalam hal pendidikan agama, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Syafi’i menyatakan, “Kami ingin mencetak generasi yang adaptif, berintegritas, dan relevan dengan kebutuhan zaman.” Saat ini, Kemenag memiliki enam departemen: Departemen Pendidikan Islam, Departemen Bimbingan Masyarakat Islam, Departemen Bimbingan Masyarakat Kristen, Departemen Bimbingan Masyarakat Katolik, Departemen Bimbingan Masyarakat Hindu, Departemen Bimbingan Masyarakat Buddha, dan Departemen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

















