Di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan jajaran kodim untuk menyediakan tempat pendidikan militer bagi siswa SMA, SMK, dan sederajat.Menurut Deden Saepul Hidayat, Plt Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, keterlibatan kodim tersebut disebabkan oleh posisinya sebagai penanggung jawab teritorial di tingkat kota dan kabupaten.
Dia menegaskan bahwa program pendidikan militer siswa yang dinilai bermasalah itu dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) Jawa Barat bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi.

Saat dihubungi melalui telepon pada hari Selasa (29/4/2025), Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Kan, di jajaran Kodam Siliwangi ada kodim sebagai penanggung jawab teritorialnya, tetapi kami belum tahu kodim akan menggandeng pihak lainnya untuk lokasinya.”
Misalnya, di Bandung, banyak pusat pendidikan TNI, mulai dari rindam hingga resimen induk militer, yang memiliki fasilitas yang memadai untuk program tersebut.
Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Nantinya, di tingkat kota dan kabupaten Pak Dandimnya yang akan berkolaborasi dengan jajaran TNI di wilayahnya, apakah dibuat kelas pelatihan di tempat militer sesuai arahan Pak Gubernur atau seperti apa.”
Ia menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk membantu siswa yang dianggap bermasalah di SMA, SMK, dan sederajat berubah menjadi lebih baik.
Mereka memastikan bahwa program pendidikan militer, yang akan berlangsung selama satu hingga enam bulan, tergantung pada tingkat kesulitan siswa, dimulai dengan persetujuan orang tua.
Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Intinya, program ini akan memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak-anak (siswa) yang mungkin belum sadar, dan tentunya atas persetujuan orang tua siswa.”
Deden memberi tahu kami bahwa Disdik Provinsi Jawa Barat tengah sedang mengerjakan berbagai hal untuk memulai program pendidikan militer untuk siswa yang dinilai bermasalah pada Mei 2025.
Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Kami pastikan seluruh persiapannya terus berjalan, dan Insyaallah program ini akan diluncurkan pada 2 Mei 2025 sesuai arahan Pak Gubernur.”

















