Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Musik

KEBUDAYAAN BELANDA MENGANJURKAN KONSER, PADUKAN MUSIK KLASIK, DAN GAMELAN

badge-check


KEBUDAYAAN BELANDA MENGANJURKAN KONSER, PADUKAN MUSIK KLASIK, DAN GAMELAN Perbesar

Pada Sabtu, 3 Mei 2025, Kedutaan Besar Kerajaan Belanda mengadakan konser persahabatan dengan Indonesia di Pusat Kebudayaan Erasmus Huis di Jakarta Selatan. Oorken Ensemble, grup asal Amsterdam yang memadukan musik dan teater, berpartisipasi dalam pertunjukan “Gong and the Four Noses”.

Oorken Ensemble memadukan musik klasik Barat dengan gamelan Jawa. Mereka memasukkan sentuhan musik dari Claude Debussy hingga karya komposer Indonesia Iwan Gunawan dan Sinta Wullur. Mereka menyasar penonton dari segala usia, bahkan anak-anak.

Empat orang bermain dalam grup tersebut: Michela Zanoni bermain harpa, Michele Mazzini bermain klarinet, Robbrecht van Cauwenberghe selalu bermain akordeon, dan Vyesel Dzhesur bermain perkusi.

“Kami senang bisa hadir di negara Anda untuk membagikan sejarah panjang kedua negara,” kata Caecilia Thunnissen, direktur artistik Orkestra Oorken, saat membuka konser.Pertunjukan bercerita tentang empat orang yang menjelahi sebuah hutan di antah berantah dan menemukan sebuah rumah penuh misteri, menurut Yorikh Stam, direktur ruangan Oorken Ensemble. Mereka menemukan empat topeng hidung buatan dan berbagai macam alat musik di dalam rumah.

Mereka langsung pandai bermain alat musik setelah keempat orang itu mengenakan hidung palsu. Selain itu, karena kekuatan topeng hidung, keempat tokoh tersebut diubah menjadi berbagai satwa endemik Indonesia: merak, gajah, ular, dan komodo.

Usai pertunjukan, Stam mengatakan kepada Tempo, “Kemudian, mereka kembali menjadi diri mereka sendiri setelah menyadari bahwa mereka memiliki kulit binatang dan hidung ini.”

Dalam kesempatan yang sama, komponis dan pemain klarinet Michele Mazzini mengatakan bahwa kelompoknya menghadapi banyak masalah selama pentas satu jam itu. Dia menyatakan bahwa keketatan waktu menuntut setiap anggota staf untuk memberikan tampilan terbaik mereka saat bermain instrumen sambil berakting.

Mazzini, di sisi lain, senang bisa menampilkan gamelan Jawa dalam pertunjukan itu, termasuk membawakan lagu Bengawan Solo. “Jadi, di sini ada pertukaran budaya dan kreasi musik yang baru dibuat. Itu sangat menarik dan bermanfaat,” katanya.

Oorken Ensemble melakukan penampilan dua kali di Jakarta pada Sabtu, 3 Mei. Setelah penampilan pertama mereka di Jakarta, mereka akan melanjutkan tur mereka ke Yogyakarta pada Rabu, 7 Mei 2025, dan Surabaya pada Sabtu, 10 Mei 2025.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita