Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Sulteng

PEMPROV SULTENG MENDORONG RSUD UNDATA DAN MADHANI UNTUK MENJADI RUMAH SAKIT BERTARAF INTERNASIONAL DENGAN MEMODERNISASINYA

badge-check


PEMPROV SULTENG MENDORONG RSUD UNDATA DAN MADHANI UNTUK MENJADI RUMAH SAKIT BERTARAF INTERNASIONAL DENGAN MEMODERNISASINYA Perbesar

Di Ruang Polibu Kantor Gubernur Senin, 26 Mei 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) mengadakan pertemuan strategis bersama civitas RSUD Undata dan RSUD Madani.

Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid, dengan dukungan Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, memimpin langsung pertemuan tersebut.

Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya memberikan pelayanan kesehatan umum berkualitas tinggi dan tanpa diskriminasi kepada seluruh lapisan masyarakat dalam arahannya.

Ia menyarankan agar RSUD Undata dan Madani tidak hanya berfungsi sebagai rumah sakit umum tetapi juga menyediakan layanan khusus yang mudah diakses masyarakat.

Anwar Hafid menyatakan, “Rumah sakit ini bukan hanya tentang bangunan, tapi bagaimana kita memberi pelayanan yang membuat masyarakat merasa dilayani secara layak dan bermartabat.”

Gubernur mendorong pembangunan pusat pelayanan serupa di RSUD Undata, berdasarkan inspirasi dari fasilitas unggulan RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, seperti JIS dan PCC. Ia menyarankan untuk memanfaatkan ruang kosong di belakang rumah sakit untuk membangun fasilitas modern lengkap dengan teknologi dan sistem pelayanan terbaik.

Kita harus berani membangun rumah sakit bertaraf internasional di Sulawesi Tengah. Dia menambahkan, “Tidak perlu merombak sepenuhnya, tetapi tata kembali, benahi, dan modernisasi bagian-bagian penting, terutama bagian depan.”

Anwar menegaskan bahwa, selain fasilitas, perencanaan partisipatif yang melibatkan arsitek, perencana teknis, dan tenaga kesehatan sangat penting agar desain rumah sakit memenuhi standar keindahan, keamanan gempa, dan kenyamanan kerja bagi tenaga medis.

“Saya ingin desainnya tidak hanya indah, tapi juga kuat secara struktur, nyaman bagi petugas, dan aman bagi pasien,” tegasnya.

Wakil Gubernur, dr. Reny Lamadjido, menyambut baik arahan gubernur dan menekankan bahwa pendekatan holistik dan kolaboratif sangat penting untuk pembangunan rumah sakit di masa depan.

Ia meminta semua anggota masyarakat untuk mendukung upaya reformasi sistem kesehatan daerah.

RSUD Undata dan RSUD Madani dimaksudkan untuk menjadi model rumah sakit rujukan dengan fokus pada pelayanan manusiawi, aksesibilitas publik, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan kesehatan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita