Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Tekno

INOVASI DOSEN UNITOMO-UNTAG: BATIK TANJUNGBUMI BANGKALAN NAIK KELAS LEWAT TEKNOLOGI DIGITAL DAN TRENDING FASHION

badge-check


INOVASI DOSEN UNITOMO-UNTAG: BATIK TANJUNGBUMI BANGKALAN NAIK KELAS LEWAT TEKNOLOGI DIGITAL DAN TRENDING FASHION Perbesar

Di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, Madura, tim dosen dari Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melakukan pendampingan intensif untuk meningkatkan kualitas dan daya saing batik tulis. 

Agar batik khas Madura ini dapat bersaing di pasar nasional, program ini berfokus pada inovasi teknologi dan menyesuaikan produk dengan tren mode terbaru.

Program Pemberdayaan Masyarakat Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD), yang didanai oleh DPPM Kemendiktisaintek, akan melakukan pendampingan dari 9 Juni hingga 19 September 2025. Dua pabrik batik tulis, UD Zulpah Batik Madura dan CV Naraya Batik, terlibat dalam program ini.

Dr. Dra. Ully R. Tampubolon, MM, Ketua Tim PM-UPUD Unitomo, menjelaskan bahwa meskipun Batik Tulis Tanjungbumi memiliki ciri khas, termasuk batik gentongan yang membutuhkan waktu satu hingga tiga tahun untuk dibuat, sentra ini menghadapi tantangan besar dari batik Yogyakarta dan Pekalongan, yang lebih sesuai dengan gaya kontemporer.

Untuk mencapai hal ini, tim menggunakan solusi teknologi dan diversifikasi produk. “Kami telah melatih mitra menggunakan mesin jahit digital guna meningkatkan kualitas dan variasi model busana batik tulis fashion,” kata Ully pada Sabtu (20/9/2025).

Hasilnya, pengrajin Zulpah Batik berhasil menghasilkan lima model pakaian modis yang diminati pasar, dan mereka menerima banyak pesanan baru. Ully menyatakan bahwa untuk memastikan bahwa batik Tanjungbumi tidak hanya mengandalkan tradisi tetapi juga mengikuti tren mode saat ini, diversifikasi produk adalah kunci.

Sementara itu, fokus pendampingan Naraya Batik adalah meningkatkan kualitas proses produksi dan melindungi hak cipta. Tim memberikan bak pelorot tembaga yang terbukti melarutkan malam hingga 99% tanpa merusak kain.

Selain memperbaiki alat produksinya, Naraya Batik juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan tentang pengurusan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk motif batik mereka.

Anggota tim pelaksana, Prof. Dr. Syahrul Borman, SH, MH, menyatakan, “Kami berharap Naraya Batik semakin percaya diri dalam melindungi motif khasnya sekaligus meningkatkan nilai jual produknya melalui pelatihan, pendampingan, dan praktik pengurusan HAKI.”

Faktor pemasaran juga diperhatikan. Untuk menjangkau minat generasi muda dan meningkatkan promosi, Zulpah Batik membantu pembuatan konten kreatif untuk media sosial seperti Instagram dan YouTube.

Diharapkan program ini akan membantu Batik Tulis Tanjungbumi bertahan dari persaingan dan berkembang menjadi produk unggulan regional yang kompetitif di pasar nasional dan internasional dengan mengintegrasikan inovasi teknologi, peningkatan kualitas produksi, perlindungan HAKI, dan strategi pemasaran digital.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita