Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengunjungi studio Made Wianta di Jalan Pandu, Denpasar Timur, untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional pada Jumat (2/5).
Kunjungan ini bertujuan untuk menjalin hubungan dan mengapresiasi karya seni dan warisan Made Wianta. Daniel Jusuf, kolektor seni, dan istrinya Cynthia Riza hadir. Istri almarhum, Intan Kirana—cucu dari Ki Hadjar Dewantara, tokoh pendidikan nasional—menyambut mereka.

Intan Kirana, didampingi putrinya Buratwangi Wianta, berkata, “Saya dan keluarga berterima kasih atas kunjungan yang mendadak dan perbincangan hangat dengan Mas Wamen dan istri, apalagi saya sangat antusias membahas karya Pak Wianta.”
Intan berbicara tentang masa kecilnya bersama Ki Hadjar Dewantara dalam diskusi tersebut. Dia menceritakan bagaimana pendiri Taman Siswa menanamkan pentingnya hidup sederhana yang penuh makna dan pentingnya pendidikan sebagai fondasi bangsa.
Sampai hari ini, filosofi pendidikan Ki Hadjar yang menyeluruh—yakni pendidik sebagai teladan, inspirator, dan pendukung murid—dianggap masih sangat relevan.
Kenangan itu semakin bermakna saat pameran Sunting: Jejak Perempuan Indonesia Penggerak Perubahan di Museum Nasional, Jakarta, diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Tengah. Pameran tersebut menampilkan Nyi Hadjar Dewantara, istri Ki Hadjar, yang terkenal sebagai aktivis perempuan dan pendidik.
Nyi Hadjar sangat menginspirasi dalam hal pemberdayaan perempuan dan edukasi, dan dia aktif menulis di surat kabar dan radio serta memimpin Organisasi Wanita Taman Siswa.
Menurut Wamen Giring, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada pengembangan seni dan budaya. Dia menyatakan, “Saya dan Pak Menteri Fadli Zon selalu menyerap aspirasi para pelaku seni saat kami berkunjung ke berbagai daerah.”Dengan pengalaman sebelumnya sebagai vokalis grup Nidji, Giring mengatakan dia dapat memahami dinamika dalam dunia seni dari dalam. Namun, agar kebijakan pemerintah benar-benar membantu ekosistem seni, dia menekankan pentingnya mendengar langsung dari seniman, kurator, kolektor, dan pelaku pasar seni.
Penggabungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi dua kementerian—Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Ekonomi Kreatif—adalah contoh tindakan konkret yang diambil pemerintah. Selain itu, Galeri Nasional sedang dalam proses perbaikan untuk menjadi setara dengan galeri internasional dalam hal seni rupa.
Giring mencatat, “Ini bukan sekadar pameran, tapi bukti keseriusan negara dalam mengangkat derajat seni rupa kita. Pada Oktober 2025 nanti, pameran prestisius di Galeri Nasional diharapkan bisa mengangkat karya-karya seniman Indonesia ke pentas global.” :7 mao

















