Menu

Mode Gelap
Sebanyak 70 Orang di Kentucky, AS Tewas usai Diterjang Tornado Dahsyat Kemendag Cabut Larangan Penjualan Minyak Goreng Curah Berita Populer: Uji Coba Gage ke Anyer-Kunjungan Wisman 2022 Diprediksi Rendah Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja! Di Negeri Sawit, Minyak Goreng Tak Terjangkau Belum Punya Mobil saat Merintis Karier, Andre Taulany: Ke Mana-mana Naik Angkot

Pendidikan

DIDIK JAWA BARAT MEMBERI WEWENANG KEPADA PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENYEDIAKAN FASILITAS PENDIDIKAN SIPIL DI 27 KOTA DAN KABUPATEN

badge-check


DIDIK JAWA BARAT MEMBERI WEWENANG KEPADA PEMERINTAH DAERAH UNTUK MENYEDIAKAN FASILITAS PENDIDIKAN SIPIL DI 27 KOTA DAN KABUPATEN Perbesar

Di 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan jajaran kodim untuk menyediakan tempat pendidikan militer bagi siswa SMA, SMK, dan sederajat.Menurut Deden Saepul Hidayat, Plt Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, keterlibatan kodim tersebut disebabkan oleh posisinya sebagai penanggung jawab teritorial di tingkat kota dan kabupaten.

Dia menegaskan bahwa program pendidikan militer siswa yang dinilai bermasalah itu dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov) Jawa Barat bekerja sama dengan Kodam III/Siliwangi.

Saat dihubungi melalui telepon pada hari Selasa (29/4/2025), Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Kan, di jajaran Kodam Siliwangi ada kodim sebagai penanggung jawab teritorialnya, tetapi kami belum tahu kodim akan menggandeng pihak lainnya untuk lokasinya.”

Misalnya, di Bandung, banyak pusat pendidikan TNI, mulai dari rindam hingga resimen induk militer, yang memiliki fasilitas yang memadai untuk program tersebut.

Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Nantinya, di tingkat kota dan kabupaten Pak Dandimnya yang akan berkolaborasi dengan jajaran TNI di wilayahnya, apakah dibuat kelas pelatihan di tempat militer sesuai arahan Pak Gubernur atau seperti apa.”

Ia menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk membantu siswa yang dianggap bermasalah di SMA, SMK, dan sederajat berubah menjadi lebih baik.

Mereka memastikan bahwa program pendidikan militer, yang akan berlangsung selama satu hingga enam bulan, tergantung pada tingkat kesulitan siswa, dimulai dengan persetujuan orang tua.

Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Intinya, program ini akan memberikan pendidikan karakter yang baik bagi anak-anak (siswa) yang mungkin belum sadar, dan tentunya atas persetujuan orang tua siswa.”

Deden memberi tahu kami bahwa Disdik Provinsi Jawa Barat tengah sedang mengerjakan berbagai hal untuk memulai program pendidikan militer untuk siswa yang dinilai bermasalah pada Mei 2025.

Deden Saepul Hidayat menyatakan, “Kami pastikan seluruh persiapannya terus berjalan, dan Insyaallah program ini akan diluncurkan pada 2 Mei 2025 sesuai arahan Pak Gubernur.”

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SERAHKAN SERTIFIKAT PASAR LASOANI KE ATR/BPN

26 September 2025 - 10:49 WIB

GUBERNUR SULTENG MENERIMA GOOGLE MELALUI KERJA SAMA DIGITALISASI SEKOLAH

26 September 2025 - 10:09 WIB

DPRD SULTENG MENGAKUI PEMBENTUKAN DOB KABUPATEN TOMPOTIKA

25 September 2025 - 10:43 WIB

DATA IMIGRAN SULTENG TERKAIT TKA DARI PERUSAHAAN NIKEL DI MOROWALI DIAWASI MENURUT ATURAN

25 September 2025 - 10:37 WIB

KEMENDISDAKMEN-PEMPROV SULTENG MENINGKATKAN PENGAWASAN BAHASA INDONESIA.

25 September 2025 - 10:27 WIB

Trending di Berita